PUISI CINTA PATAH HATI


Hallo guys, what’s up… hari ini gue kembali, bawa sesuatu tentang cinta, again and again. Kenapa? Entahlah, gue juga gak tahu alasannya kenapa.

 Apa ini karena kita yang masih remaja? Ah remaja, sepertinya kita tak akan bisa menghindar untuk tidak merasakannya, meski hanya soal kenalan, jadian, putus, lalu cari lagi. Itu cinta yang paling sederhana untuk kita yang kebanyakan masih SMA, meski terlalu naïf jika disebut cinta, banyak yang tak mengerti artinya. Tak mengapa, kita masih remaja.

gue yakin bagaimana pun ceritanya, gue atau bahkan lo semua pasti pernah terluka, meski hanya untuk sepersekian detik saja. Ini memang terlalu menyakitkan untuk yang merasakannya,apalagi buat lo yang telah menganggap si ‘dia’ sebagai segalanya, yang menganggap dia separuh jiwa hingga tak bisa hidup tanpa dia, karena dia lo jadikan sebagai udara. masih banyak lagi alasan yang membuat lo menganggap bahwa jika lo sama dia berakhir maka bumi bergetar, gunung meletus, hancur semua. hello… selama gue sekolah, gak ada tuh di peajaran geografi materi aya gitu.  

Elo gak perlu lama-lama meratapi duka, karena dibelahan dunia sana, pasti ada remaja yang mengalami hal yang sama.

So, yang pasti Salurkan semua kesedihan, rasa sakit  lo dalam hal positif, jangan cuman gara-gara putus  cinta lo hidup kaya beruang kutub yang kehilangan salju. bangkit, jangan hibernasi mulu, buatlah sebuah karya dari kesedihan lo, jangan banjiri bumi ini dengan air mata lo. misalanya, Like this,



SURAT PUJANGGA
Oleh: Desri Mawarni

Ku terima darimu
Kertas kusut berdebu
Tinta dingin membeku
Kutelaah, bisu
Goresannya tajam menghunjam
Pesanmu menikam
Engkaukah itu sang pujangga?
mengetuk hati memberi lembar rasa
Bukan seperti ungkapan mesra
Bukan pula beberapa kata terdamba
Hanya luka terselinap dari berbait-bait prosa
Inikah rasamu padaku
Tanpa cinta
Tak berasa

desri

1 komentar:

Instagram