Puisi

KEPADA BAPAKKU
(Desri Mawarni)

Bapak,
aku punya cerita dan pertanyaan
tentang rumah kita, sawah kita, juga makanan kita
kumohon kau mendengar dan jangan sekali-kali mengatakan tidak

bapak, sekarang kau dimana?
Disini aku sedang berusasah payah, oleh angin dia selalu dibuatku goyah
Rumah kita sebentar lagi lebur, barangkali tinggal menunggu waktu menyatu dengan tanah
Tiangnya habis jadi kayu bakar, atapnya hilang digerus hujan, mungkin besok takkan menyisakan barang satu papan.

Bapak, harus kubuat apa sawah kita?
Keringat yang mengalir deras ternyata tak cukup untuk bisa mendapat makan
Terlebih kini, jauh kudengar bahwa industri memang menjanjikan
Jadinya burung berdatangan, membuatku berpikir bahwa kita takkan lagi punya sawah untuk kedepan

Bapakku tersayang,
 benarkah ini Indonesia yang pernah nenek ceritakan?
Katanya laut itu biru dan gunung itu hijau, tapi kurasa hanya berwarna peradaban, bau, tambanglah yang semakin dalam.
Kataya pula tanah disini subur, tapi kenapa para petani tidak juga merasa makmur?

Bapak, aku tercengang, ada rasa iri dan juga ada rasa sakit hati.
Saat kau membawa banyak orang ke rumah dan memberi mereka makanan
Lalu kutanya, kau bilang karena hak-nya perlu untuk diakui
Terus kenapa kau biarkan aku kelaparan dan terlempar ke jalanan?

Bapak, aku ingin mencoba keadilan itu.
Aku ingin minum air, melihat gunung, dan, dan menanam padi untuk kita makan sendiri.
Bapak, aku tidak terlalu ingin permana yang hanya bongkahan batu
Aku hanya ingin nasi hangat ditaburi garam, kalau masih tersisa juga dengan ikannya yang tak berduri.

Bapak,
 ku harap kau mendengarkan tanpa pernah merasa tuli, dan melihat tana melewatkan.
Hanya saja aku ingin kau bekerja keras sekali lagi.
Bukan untuk umbaran tapi benar-benar kesejahteraan.


desri

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Instagram